Panduan Teknis
Mengenal Jenis Freon AC dan Cara Merawat Sistem Refrigeran
Freon yang sering habis bukan sesuatu yang normal, melainkan tanda kebocoran. Berikut penjelasan jenis freon yang umum dipakai dan cara menjaga sistem refrigeran tetap sehat.
Tim Teknik Graha Mitra Teknik6 menit baca

Freon tidak seharusnya habis dengan sendirinya
Salah satu miskonsepsi yang sering kami dengar dari pelanggan: freon AC memang perlu diisi ulang secara rutin setiap beberapa bulan, semacam bahan bakar yang habis terpakai. Padahal pada sistem tertutup seperti AC, freon seharusnya bersirkulasi terus menerus tanpa berkurang selama tidak ada kebocoran. Kalau AC Anda perlu isi ulang freon berulang kali dalam setahun, itu tanda ada kebocoran yang perlu ditemukan dan diperbaiki, bukan kondisi normal yang harus diterima.
Jenis freon yang umum dipakai
Beberapa jenis refrigeran yang umum ditemui pada unit AC di Indonesia antara lain R22 (jenis lama yang mulai dibatasi karena dampak lingkungan), R32, dan R410A (lebih umum pada unit modern dengan efisiensi energi lebih baik). Tiap jenis freon punya spesifikasi tekanan kerja yang berbeda, sehingga penting menggunakan jenis yang sesuai rekomendasi pabrikan unit, bukan asal isi dengan jenis yang tersedia di lapangan.
Tanda-tanda kebocoran freon yang perlu diwaspadai
Beberapa gejala yang biasanya menyertai kebocoran freon: AC terasa kurang dingin meski sudah dinyalakan lama, muncul bunga es pada pipa atau unit indoor, dan tagihan listrik naik karena kompresor bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang sama. Gejala-gejala ini sering disalahartikan sebagai unit yang kotor dan butuh dicuci, padahal pencucian tidak akan menyelesaikan masalah selama kebocorannya belum ditemukan dan diperbaiki.
Proses vakum, kenapa tidak boleh dilewati
Sebelum freon diisi (baik saat instalasi baru maupun setelah perbaikan kebocoran), sistem pipa perlu divakum untuk membuang udara dan uap air yang tersisa di dalamnya. Udara dan kelembapan yang tercampur dengan freon bisa menyebabkan tekanan sistem tidak stabil dan mempercepat korosi di dalam jalur pipa, mempersingkat umur pakai keseluruhan sistem pendingin. Tahap ini memakan waktu tambahan, tapi menentukan performa jangka panjang unit AC Anda.
Merawat sistem refrigeran agar tetap awet
Perawatan yang paling berpengaruh terhadap umur sistem refrigeran sebenarnya sederhana: cuci berkala untuk menjaga kondensor dan evaporator tidak terlalu kotor (yang membuat kompresor bekerja lebih keras), serta pengecekan tekanan freon secara berkala untuk mendeteksi kebocoran kecil sebelum jadi masalah besar. Kombinasi kedua hal ini adalah alasan utama kenapa kami selalu mengecek tekanan freon di setiap kunjungan service, bukan hanya mencuci unit yang terlihat kotor.



